Tampilkan postingan dengan label Skin Care. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skin Care. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2014

Review: Neutrogena Immediate Repair Lip Balm

Hi Ladies,

So today I'm going to give you an English review on a lip care product that I find really useful and worth it. Yes, as you've read the title, it is on (another) lip balm by my favorite lip balm brand, Neutrogena.


I bought this little cutie a month ago, where I originally was looking for a Kiko Night Balm (because the subtropical climate ruins even more my dry lips), but they were out of stock so I looked for another type for a super hydrating lip balm for me to use while I sleep.

Then I went to Parashop where I usually buy my lip balms, and I stumbled upon this product. I usually avoid cake-shaped lip balms because I find it more efficient to use the stick ones, but the formula got me really interested. The usual Neutrogena lip balm is already rocking good, so why wouldn't I give this one a try?

The product costed around 7 euros (a little bit pricier than the usual lip balms!) but I found the 7 euros really really worth it. It gives, as it says, an immediate repair on my chapped lips, make it soft, hydrated, healthy, and ready to take any lipsticks I put on. The super thick formula reminds me of regular petroleum jelly, but it smells a lot better.


And you know what's even better? You can use the lip balm to repair the dry skin on your face! I had like this bad flu last week (I haven't even been fully healed by the time I write this review) so I had to blow my nose like every 30 minutes. As you know, blowing your nose too often will get the skin around your nostrils dry and irritated (because it got really damp and then dried by the air again, and moreover the tissues I used were cheap ones so they were not really soft). I put this lip balm over my dried and irritated nostrils' skin before I sleep, and after two nights, they went a lot better!

I think I'm gonna put this 'savior' product on my winter skin care list :)

So, that's all for now, bye!


Jumat, 13 Juni 2014

Back to Nature

Pakai bahan-bahan alami buat ngerawat muka itu di antara pengen kembali ke alam atau ngirit. Dalam kasus gue, yang terjadi adalah pilihan kedua.

Well nggak juga sih. Gue juga pengen kembali ke alam untuk memerangi jerawat di muka gue.

Seperti dalam postingan-postingan sebelumnya, kalian udah tau kalo budget make up dan skin care gue di sini amat sangat terbatas. Setelah berbulan-bulan sedikit frustasi melawan jerawat dengan modal apa adanya, akhir-akhir ini gue memutuskan untuk memakai produk langsung dari alam.

Kulit gue tipenya adalah kulit kombinasi yang cenderung berminyak. Dulu waktu SMP dan SMA muka gue nggak gampang berjerawat, paling cuma breakout jelang menstruasi. Tapi setelah usia menjelang 20 dan kulit gue harus adaptasi dengan iklim Prancis, jerawat gue jadi parah banget. Ditambah lagi warna kulit gue yang cenderung cerah bikin bekasnya kelihatan nyata. Ugh.

Benda pertama yang gue gunakan adalah madu. Awalnya gue pake madu langsung di muka untuk jadi masker dan lip balm. Untuk lip balmnya sukses, tapi untuk maskernya nggak terlalu. Mungkin gue juga yang salah karena gue nggak pakai madu mentah (lebih mahal, cyin).

Masih belum menyerah, berdasarkan tips dari temen gue akhirnya memakai madu dicampur dengan gula pasir dan sedikit susu untuk jadi scrub muka. Komposisinya satu gula blok (atau satu sendok teh gula pasir), satu sendok makan madu, dan satu sendok teh susu.

Ingredients!

Cara pakainya cukup dengan diaplikasikan di muka dengan jari lo sambil dipijat lembut, terutama di daerah yang rentan komedo kayak hidung, dahi, dan dagu. Setelah itu didiamkan selama kurang lebih 15 menit, bilas dengan air. Hasilnya jauh lebih oke daripada cuma madu doang, komedo langsung pergi dan kulit gue jadi lebih halus. Gue melakukan scrubbing ini cukup seminggu sekali karena kulit gue bukan tipe yang harus di-scrub terlalu sering. Kalau terlalu sering malah ujung-ujungnya jadi super sensitif dan iritasi.

Hasil yang udah tinggal dikit setelah dipakai dua kali

Kalau tekstur gula masih terasa terlalu kasar, bisa pakai kopi hitam juga. Resep scrub kopi hitam ini gue dapet dari link ini. Yang dibutuhkan cuma  empat sendok makan kopi hitam (jangan coffee mix, apalagi cappuccino instan :p) dan minyak zaitun alias olive oil.  Caranya? Tinggal campur dan pakai, sama kayak scrub gula di atas.

Kebetulan minggu ini gue cukup males untuk mecahin gula blok (karena takut mubazir juga saking kebanyakan), gue akhirnya mencampur kedua resep di atas menjadi scrub dengan bahan dasar kopi, dicampur madu dan susu. Jujur gue jadi lebih suka scrubbing dengan kopi karena partikelnya nggak sekasar gula, serta campuran madu dan susunya tetep bikin kulit lembut.


Oh ya, scrub ini nggak gue pake buat muka aja loh, tapi buat bibir juga. Lumayan ngirit, sekali bikin bisa buat dua hal. Bilang aja nggak mau rugi, dasar mahasiswa

Tapi yang bener-bener penyelamat sih lemon. Nggak tanggung-tanggung gue langsung nempelin irisan si lemon di kulit gue. Hasilnya? Nyesss. Jerawat yang masih aktif berasa disengat. Harus kuat mental emang kalau mau pakai lemon.


Tapi ngiris lemon tiap malem dan nyimpen sisanya lagi di kulkas rasanya bikin lemonnya cepet kering dan agak mubazir, gue akhirnya memutuskan untuk memeras lemon tersebut dan menyimpan sarinya di botol kosong biar bisa dituang ke kapas dan dipakai kayak toner (tadinya mau langsung dioles pake tangan, tapi ternyata susah banget. Niat ngirit malah jadi tumpah -____-).


Setelah memeras dua buah lemon dan masukin ke botol ini, gue baru browsing dan tahu kalau jus lemon cuma tahan tiga hari meski dikulkasin. Solusinya satu: dibekuin! Lebih ampuh untuk melawan jerawat karena es bersifat anti pembengkakan, membantu kerja jus lemonnya.


Lemon, katanya, selain ampuh menghilangkan jerawat, juga bisa mencerahkan bekas jerawat. Banyak produk pemutih yang pakai sari lemon lho, jadi kenapa nggak langsung coba yang asli aja? Buat yang kulitnya kering atau takut perih, sari lemonnya bisa dicampur dulu sama madu atau susu. Madunya kalau bisa madu mentah ya, jangan madu yang kayak Madurasa.

Kata temen-temen sih sejak pakai lemon minggu lalu hasilnya udah cukup kelihatan. Jerawat yang terlanjur ada membaik dan breakout yang muncul gak separah sebelumnya. Minggu ini ada sedikit breakout sih, tapi kering dengan cepet banget setelah tiap malam dengan rajinnya gue kasih sari lemon.

Komposisi perawatan sempurna itu kurang lengkap tanpa toner. Jadi gue mencari-cari toner dengan bahan alami yang gampang didapat. Berhubung gue pernah coba pake toner dari teh dan hasilnya kurang maksimal, gue akhirnya memutuskan untuk mencoba toner dari seduhan chamomile. Hasilnya melembutkan kulit dan bikin kulit siap sebelum ditempelin pelembab dan sunblock. Sebelum tidur gue juga pake seduhan chamomile ini untuk kompres mata. Caranya, basahin kapas dengan seduhan ini dan tempelkan ke mata, selesai!


Mau cantik nggak harus mahal, kok. Asal kita tahu, hal-hal yang ada di sekitar kita bisa kita manfaatin buat membantu kita tampil lebih cantik.

Cheers!


Sabtu, 31 Mei 2014

Basic Skin Care Edition: Hijrah!

Setahun nggak ngepost? Cincai. Bukan masalah besar. Ngaku punya beauty blog tapi isi cuma satu review produk? Nggak ngaku juga sih, gue malah tadinya lupa kalo gue punya blog ini =w=

Jadi ceritanya postingan kali ini udah berselang setahun sejak gue bikin blog ini. Mungkin untuk yang belum tahu, gue kuliah di Prancis sejak September tahun lalu, lebih tepatnya di kota pelajar di kaki pegunungan Alpen; Grenoble.

Thinking that French weather makes your skin a lot better than Jakartan weather? Hell no.

Singkat kata, sejak gue tinggal di sini, kulit gue hancur minah.

Mungkin karena perbedaan kelembaban drastis antara udara Tangerang-Jakarta yang super lembab dengan udara sini yang kering kerontang, kulit gue yang cukup sensitif langsung bereaksi. Hasil: jerawat di mana-mana. Ditambah lagi uang saku bulanan gue nggak cukup untuk beli berbagai produk perawatan yang mumpuni buat menyelamatkan kulit gue.

Awal sampe di sini, untuk pelembab gue pake Nivea Crème yang super standar, yang bisa ditemuin di segala sudut dunia mulai dari Jerman, Prancis, Arab, sampe Indonesia:


A huge mistake. Krim ini terlalu berat untuk kulit muka yang cenderung lebih sensitif, ngeblok pori-pori dan bikin kulit gue jerawatan, berminyak luar biasa, dan komedo menumpuk. Setelah sekitar sebulan pemakaian akhirnya gue memutuskan untuk berhenti dan mengganti pelembab muka gue dengan krim Mixa untuk kulit sensitif, hasil rekomendasi dari temen gue. (Berbulan-bulan setelah itu, gue baru sadar kalo Nivea Crème ini jauh lebih ampuh kalau dipakai untuk hand and body lotion, bahkan lebih ampuh dari lotion Mixa yang tadinya biasa gue pakai).

Krim Mixa ini super enteng dan bener-bener melembabkan, apalagi di musim dingin yang keringnya minta ampun. Cocok untuk hampir semua jenis kulit dan bisa diaplikasiin di badan juga. Sampe hari ini krim ini masih gue pake tiap kali ke luar rumah karena kulit gue yang tadinya kombinasi cenderung berminyak jadi cenderung kering di sini, pengecualian untuk daerah T. Yang paling parah adalah area di sekitar mulut yang bisa kering kerontang dan jadi mengelupas mengerikan. Perih, pula.

Selama musim dingin, perawatan kulit yang paling dibutuhin emang pelembab, tapi ketika matahari udah muncul lagi, jelas kalau kita butuh krim tabir surya. Kebetulan krim tabir surya yang gue pake adalah uhuk warisan uhuk dari temen gue yang udah pulang ke Indo. Produknya Garnier, mengandung SPF50 dan perlindungan dari UV A dan UV B, sekali lagi untuk kulit sensitif.


Untuk bedak, gue masih pake bedak Maybelline Color Smooth All In One yang gue bawa dari Indonesia - yang gue juga heran kenapa nggak abis-abis sampe sekarang. Tapi kalau udah habis nanti gue berencana untuk ganti ke bedak kompek dari merek Kiko (gue akan bikin postingan khusus tentang kecintaan gue pada produk-produk Kiko).

Beralih dari kulit, gue bakal ngebahas perawatan bibir. Seperti yang kita tau, di iklim kering begini, bibir kita gampang banget terpengaruh. Bibir kering nggak cuma nggak enak dilihat, tapi juga bikin sakit, apalagi kalau udah ngebelah dan berdarah saking sakitnya.

Awalnya dengan polosnya gue masih pake lip balm Maybelline Baby Lips yang gue bawa dari Indo, tapi setelah tiga minggu gue sadar bahwa lip balm ini nggak ngefek sama sekali, gue akhirnya pake tester lip balm L'Occitane yang gue dapet dari pouch gratisan L'Occitane punya bokap gue.

Jujur aja lip balm ini dewa banget. Sekali pake langsung lembab abis. Tapi sayangnya setelah tester gue yang cuma 2,5 gram habis dalam sebulan, gue nggak sanggup untuk beli lagi karena untuk sebatangnya gue harus merogoh kocek sebanyak 6 euro. Beuh. Gue akhirnya, berdasarkan saran temen-temen gue, beralih pada lipbalm Être Bien dari Parashop yang sebatangnya nggak sampe 2 euro.

Maaf nggak ada foto yang lebih oke UwU

Lip balm Être Bien ini, meski nggak seoke yang L'Occitane, cukup oke untuk ngejaga bibir dari kekeringan. Wangi vanilanya juga enak. Cuma gue kurang suka hasilnya setelah diaplikasiin karena jadi terlalu berminyak dan bibir gue kelihatan terlalu basah, ditambah lagi bikin lipstik jadi nggak terlalu nempel di kulit. Setelah lip balm ini habis, gue akhirnya beralih ke lip balm Neutrogena.

Lip balm yang ini masih gue pake sampe sekarang dan nyaris seoke yang L'Occitane. Kurangnya, efeknya nggak bertahan terlalu lama dan harus diaplikasiin ulang secara berkala. Tapi efek repairingnya itu luar biasa, bibir yang udah kering kerontang bisa selamat pake lip balm ini. Secara keseluruhan gue lebih suka pake yang ini daripada yang Être Bien.

Dari bibir kita lanjut ke perawatan umum muka, yang paling dasar: sabun cuci muka. Pertama nyampe, gue pake sabun cuci muka yang mereknya paling familiar buat gue, Nivea. Gue pake Nivea Mousse Nettoyante yang ini:

Sebenernya sih produk ini oke, cuma berhubung kulit gue yang sepertinya ditakdirkan untuk berjerawat luar biasa di sini, jerawat mulai dari yang cuma seperintil sampe yang batu tetep muncul dan bikin gue stres dan akhirnya memutuskan untuk ganti sabun cuci muka. Gue lalu ganti ke Neutrogena Skin Stress Control dengan harapan bisa mengurangi jerawat yang muncul.

Sialnya, produk ini mengandung scrub dan sejak dulu kulit gue nggak pernah cocok untuk pemakaian scrub untuk sehari-hari. Jadilah jerawat gue makin parah dan mengerikan. Pas produk ini habis, gue dikasih produk Neutrogena lain sama temen gue, yang Deep Clean Nettoyante/Masque, jenis yang nggak ada scrubnya dan bisa jadi masker ketika diaplikasiin langsung tanpa dijadiin busa.


Awalnya pakai ini jerawat gue lumayan berkurang, tapi karena gue sempet mengalami periode stres berat, jerawat gue kembali muncul. Gue akhirnya memutuskan menyerah dalam pencarian sabun cuci muka yang tepat dan memutuskan untuk kembali ke yang paling basic: Dove Beauty Cream Bar.


Produk yang juga bisa ditemuin di seluruh sudut dunia ini gue pake sejak awal Mei dan nggak bikin muka gue kerasa ketarik-tarik kayak si Neutrogena Deep Clean, nggak juga bikin kulit kering. Bener-bener cuma membersihkan. Gue pribadi sih ngerasa kalo kulit gue jadi lebih lembut setelah pakai ini.

Di samping sabun cuci muka, untuk pembersih make up gue pake produk Gemey Maybelline Démaquillant yang ampuh untuk menumpas maskara waterproof paling bandel sekalipun dan mengangkat semua sisa bedak.



Tapi berhubung gue di sini jadi sering pakai maskara biasa yang nggak waterproof, gue juga pake Mixa Eau Nettoyante Apaisante untuk ngebersihin make up sebelum cuci muka.



Untuk rambut, karena gue berhijab, sampo anti ketombe masih jadi andalan gue. Awalnya gue pake sampo abal-abal yang paling murah di Carrefour saking ngiritnya, tapi ketombe gue malah menggila. Gue akhirnya beralih ke Head and Shoulder, tapi karena bikin rambut gue kering dan rontok, akhirnya gue ganti ke sampo L'Oreal Anti Dandruff.


Meski agak mahal (4,5 euro sebotol!), seenggaknya sampo ini bikin kulit kepala gue nyaman dan rambut gue tetep se-fabulous biasanya (meski nggak ada yang lihat juga).

Yap mungkin cukup sekian untuk curcol gue tentang perawatan selama di sini. Maaf kalau kepanjangan, semoga membantu para wanita Indonesia yang akan bertarung dengan segala perbedaan iklim dari di Indo ke sini. See you on the other posts!